-->

Tetaplah Pagi

Tidak ada komentar

 





13 Tahun telah berlalu, senyum mu masih sama, wajah yang selalu ingin aku lihat di setiap pagi tidak nampak sedikitpun menua.
Kamu adalah alasan ku untuk bangun pagi pagi sekali, ketika aku dengan semangat nya bergegas menuju sekolah melewati kerikil kerikil kasar serta debu jalanan yang selalu meminta di sinari cahaya metahari pagi. Perjalanan ke sekolah memang terasa cukup jauh, namun hanya dengan berjalan kaki pun tidak membuat ku merasa capek.

Kini, pagi yang selalu aku tunggu tak lagi sama, pagi hanyalah pagi, mimpi mimpi ku sudah tidak penting lagi sekarang, kisah di pagi hari sudah selesai. Dia telah menghilang, aku pun tidak pernah lagi mendengar kabar nya, dan aku tidak sanggup lagi mengejar nya.
13 tahun kemudian, teman dekat nya meng upload foto bersama nya di sosial media nya, masih ingat betul, bagai mana senyum nya tidak berubah sama sekali, dia terlihat lebih anggun dan lebih dewasa, aku tidak bisa percaya ketika aku berkaca, aku begitu kurus dengan rambut depan yang sudah menipis serta terlihat kerutan kerutan tua, menandakan usia kepala 3 ku begitu terlihat nyata di banding kan dengan dia yang  tidak nampak menua sedikit pun.

Masih teringat jelas, ketika aku benar benar datang pagi pagi sekali, orang yang selalu ingin aku lihat selalu saja tidak ada, bukan karena dia absen, karena dia selalu datang terlambat, entah apa yang membuat dia selalu datang terlambat, namun ketika dia datang itu membuat ku terasa lega sekali, orang yang selalu ingin aku lihat telah datang, aku dari bangku barisan paling belakang tak henti henti nya memandang diam diam ke arah nya.

Pagi itu pun.... masih indah seperti biasanya.



Komentar